Batas tidak selalu hilang karena dihapus. Ia lebih sering memudar karena terlalu lama diabaikan
Hampir tidak ada orang yang bangun pagi lalu berkata, "Hari ini aku akan menghancurkan hidupku." Seorang pegawai tidak pernah bercita-cita menjadi koruptor. Seorang remaja tidak pernah merencanakan dirinya kehilangan arah. Sebuah nama baik tidak runtuh dalam satu malam. Hampir semua keruntuhan berawal dari langkah yang begitu kecil sehingga tampak tidak perlu dikhawatirkan.
Barangkali karena itulah Rasulullah ï·º tidak menggambarkan kejatuhan manusia sebagai sesuatu yang datang tiba-tiba. Beliau justru menunjukkan bagaimana seseorang perlahan menjauh dari kebaikan tanpa benar-benar menyadarinya.
Beliau bersabda,
"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak orang. Barang siapa menjaga diri dari perkara-perkara syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Barang siapa terjatuh ke dalam perkara syubhat, ia akan terjatuh ke dalam yang haram. Perumpamaannya seperti seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar kawasan larangan; hampir saja ternaknya masuk ke dalamnya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut tidak bisa hanya dipahami sebagai pembagian hukum: ada yang halal, ada yang haram, dan ada pula yang syubhat. Pesan yang ingin disampaikan Rasulullah ï·º melalui hadis tersebut jauh lebih dalam daripada sekadar klasifikasi hukum. Beliau sedang menjelaskan bagaimana manusia kehilangan arah.
Perhatikan perumpamaan yang dipilih Nabi. Beliau tidak mengatakan bahwa penggembala itu telah memasuki kawasan larangan. Yang beliau gambarkan justru seseorang yang (masih) berada di sekitarnya.
Perbedaan itu tampak kecil, tetapi menyimpan pesan yang besar. Manusia jarang jatuh karena satu langkah yang besar. Ia lebih sering tergelincir ketika berulang kali meyakinkan dirinya bahwa berdiri terlalu dekat dengan batas tidak akan membawa akibat apa-apa.
Begitulah banyak penyimpangan bermula. Tidak ada pegawai yang langsung berani menggelapkan miliaran rupiah pada hari pertama bekerja. Biasanya semuanya diawali oleh "uang terima kasih" yang dianggap lumrah.
Begitu pula banyak anak muda. Hampir tidak ada yang sejak awal ingin kehilangan arah. Tetapi, hal itu bisa terjadi karena menuruti rasa penasaran, ajakan teman yang sulit ditolak, atau keyakinan bahwa "sekali mencoba tidak apa-apa. Bukan masalah." Sedikit demi sedikit, batas yang dahulu terasa jelas mulai memudar.
Yang menghancurkan seseorang sering kali bukan dosa besar yang datang tiba-tiba, melainkan kebiasaan menganggap remeh batas-batas kecil. Sebab setiap kompromi yang terus diulang perlahan berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan yang dibiarkan terlalu lama akhirnya terasa sebagai sesuatu yang wajar.
Menariknya, Rasulullah ï·º tidak hanya mengingatkan agar menjauhi yang haram. Beliau juga mengajarkan agar menjaga diri dari wilayah syubhat. Sebab ketika seseorang telah terbiasa bermain di wilayah yang meragukan, ia bukan hanya sedang mempertaruhkan agamanya, tetapi juga kehormatannya.
Nama baik dibangun melalui waktu yang panjang, tetapi dapat runtuh hanya karena satu keputusan yang keliru atau satu tindakan yang menimbulkan kecurigaan. Pada era digital, ketika setiap jejak mudah direkam dan disebarluaskan, kepercayaan menjadi semakin rapuh. Maka, menjauhi wilayah syubhat bukan hanya menjaga hubungan dengan Allah, tetapi juga memelihara kepercayaan manusia. Reputasi yang dibangun bertahun-tahun, dapat hilang hanya dalam sekejap.
Karena itu, hadis ini sesungguhnya bukan sedang mengajarkan manusia hidup dalam ketakutan. Rasulullah ï·º juga tidak meminta umatnya mencurigai segala sesuatu. Yang beliau ajarkan adalah kewaspadaan dan mengenali batas sebelum batas itu hilang dari pandangan.
Sebab ketika seseorang terlalu lama berdiri di tepi pagar, lama-kelamaan ia tidak lagi mampu membedakan apakah dirinya masih berada di luar, atau sebenarnya telah melangkah masuk tanpa disadarinya. Batas tidak selalu hilang karena dihapus. Ia lebih sering memudar karena terlalu lama diabaikan. Sebenarnya sederhanay, bukan?[]

0Komentar